disclaimer : Full curhat!

Cerita ini berawal dari tahun 2001.
Seorang perempuan sebaya, melangkahkan kakinya memasuki ruang kelas II.4, sebuah SMP Negeri di Bali. Satu kelas yang awalnya berisik, mendadak senyap. Semua memandangi dari ujung rambut hingga ujung kaki. Termasuk aku. Disanalah pertama kali aku melihatnya.
Duduk persis dibelakangku. Senyum basa-basi sekaligus grogi karena belum kenal siapa-siapa. Istirahat pertama, aku sok-sokan berani kenalan sama dia. Untungnya dia baik.
Tapi gak semua orang nganggep begitu…
Berhubung dia pindahan dari ibukota, dan sempat juga besar di kota kembang, dialeknya masih “Jakarta” sekali, lengkap dengan lo-gue nya. Sialnya, di sini orang-orang masih tertutup untuk menerima hal berbeda semacam itu. Akhirnya munculah diskriminasi. Banyak yang bilang dia sombong, sok gaul, belagu, sok Jakarta, suaranya dibuat-buat, dan lain sebagainya. Sebuah adaptasi yang cukup sulit untuk perempuan kecil seusianya.
Beruntung aku dibesarkan disekolah swasta yang banyak pendatangnya. Setidaknya aku bisa menerima apa yang tidak bisa diterima kebanyakan temen-temenku di SMP Negeri itu.
Dalam waktu singkat, kami jadi sangat akrab. Dia ikut ekskul yang sama seperti aku, karate. Trus aku juga ngajak dia ikut ekskul KIR (hahaha, dari dulu, aku ini tukang hasut yang ulung). Begitulah sampai kami lulus sekolah menengah pertama ini.
Kami pisah sekolah. Aku di SMA Negeri itu, dia di SMA Swasta itu.
Kami masih kontak-kontakan (kebetulan rumah kami juga satu kompleks, tapi beda blok). Sampai awal kenaikan kelas 2 SMA, tahun 2004.
Malam hari dia menelepon.. Nanya kabar seperti biasa. Lalu, mulailah pembicaraan itu. Dia bilang harus pindah ke Jakarta. Aku masih tenang, karena aku pikir masih beberapa bulan lagi. Tapi ternyata, dia bilang besok. Iya benar-benar besok dia berangkat.
Senyap.
*bersambung*





Kisah selanjutnya tunggu hari rabu ya…
harus hari rabu???
besok bisa sih… eh besok kan hari rabu LOL
jadi ini tho cewek yang bikin dada kamu sesak itu? :p
mbokya kamis.
@ocha : err.. bukan… ehehehe
@kang sandal : sepertinya aku mau bikin sampe part 3.
aku kok ngerasanya kayak baca cerita apa gitu ya… nggggg
tapi bagus kok phan, penasaran kelanjutannya.
eh, kmu pernah ikut ekskul karate,phan!??wauuw
@nicowijaya : hihihi.. kalo aku gabung, jadi panjaaang banget…
@gungws : aku SMP karate loh… sampe coklat. hehehe..
Iya baru nyadar sekarang (sudah) hari selasa.
Mas Iphan, selamat pagi. Salam kenal dulu ya. Ceritanya kependekan
senyap karena tiba-tiba mati listrik atau kabel telepon putus?
*nunggu hari Rabu*
eh ini cerbung ya phan? fiksi kan?
hihihihihihihi
(ninja)
@nahdi : cepet kan?
@anil devdan : sngaja, karena aku gak suka baca yang kepanjangan
@mawi wijna : senyap karena… *kehabisan kata-kata*
@chic : sayangnya ini kisah nyata
lha terus saiki ketemu meneh ngono Phan?
tulisan yang menarik … *melanjut ke tulisan berikutnya*
pisah ama sahabat emank nggak mengenakkan! be strong buddy. .
Ceritanya musti sambil menyelami pikiran mas ivan