»
S
I
D
E
B
A
R
«
Bab Mainan Mahal
January 8th, 2010 by iphan

Aku percaya dengan filosofi Cina : Yin & Yang.

Dalam hidup ini kita akan melihat baik dan buruk. kadang mengalami hari yang cerah, kadang mendung. Sesaat kita di bawah, sebentar kita di atas. Ada kalanya kita senang dan ceria, ada waktunya kita sedih, sakit, dan terluka..

Seperti kata Bunda beberapa malam lalu, hidup ini adalah proses. Dari tidak tahu menjadi tahu, dari anak-anak menjadi dewasa, dan dari sakit menjadi sembuh. Walau kadang yang sakit belum tentu bisa sembuh seperti sedia kala..

Dengan begitu, kita akan menghargai hidup, menikmati setiap momen (bahkan momen ketika kita sedang sedih). Kita tidak akan lupa ketika sedang di atas, dan menyadari suatu saat kita akan berada di bawah. Ketika kita ada di masa suram, kita mampu untuk bangkit dan melangkah maju. Semua itu harus kita hadapi, tidak kabur, tidak juga menantang.

Heey iphaan! kenapa nulis beginian?

Hehehe.. kenapa ya..

Mungkin karena aku manusia bodoh yang baru menyadari banyak hal ketika sedang jatuh dan terluka. Seakan membangunkan aku dari mimpi indah dan kembali ke dunia nyata..

Aku mahluk idiot yang mudah terlena oleh sebuah mainan mahal dan sangat duniawi. Tidak menyadari bahwa mainan mahal itu bisa saja hilang dalam sekejap. Dan aku tidak siap.

Mainan itu hilang sebelum aku mengenal dan puas memainkannya hingga tamat.

Aku seperti anak kecil yang kebingungan, menangis, marah, dan panik, ketika sadar mainanku sudah hilang begitu cepat. Padahal aku mendambakannya dan menunggunya begitu lama untuk keluar dari etalase.

Setidaknya, aku sempat menikmati mainan itu sebentar. Walaupun belum puas. Dan benar-benar belum puas. Banyak fitur yang belum aku gunakan, banyak code yang belum aku pecahkan. Tapi okelah.. Aku telah merelakannya. Tidak berharap mainanku akan kembali. Karena mungkin aku sudah tidak membutuhkan mainan lagi..

Aku sadar, aku bukan lagi anak kecil. Demi mainan mahalku, aku akan menjadi seorang dewasa yang mampu bertanggung jawab, dan lebih menjaga sesuatu yang menjadi milikku kelak supaya tidak hilang lagi.

Tidak, aku tidak akan melupakan mainan mahalku dan rasa sakit ketika kehilangannya. Kenangan akan masa-masa menyenangkan dan sakit ini akan membekas seperti tattoo (lagu banget). Sebuah kenangan yang tidak untuk dilupakan tapi sebagai peringatan dan tanda ketika aku kelak menemukan kejadian serupa.. :)

Heey! Hari ini adalah tahun baru yang sebenarnya buat aku..

Dimana semuanya mulai lagi dari awal dengan senyum lain yang tidak bisa aku jelaskan..

Selamat Tahun Baru 2010, teman-teman.. :)

Update:

Mainan mahalku adalah seseorang yang tidak aku cintai. Tapi dia membuat aku senang seperti anak kecil yang mendapatkan mainan baru. dan mendadak mainan baru itu hilang.. *btw orangnya gak marah kok kalo aku analogikan sebagai mainan mahal. karena dia memang begitu..*

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • Blogplay

22 Responses  
  • iphan writes:
    January 8th, 2010 at 4:36 pm

    Ada yang mau ngasih aku mainan baru nggaaak? *eh*

  • didut writes:
    January 8th, 2010 at 4:38 pm

    masih belum ngeh ‘mainanmu’ sing ilang itu apa phan? :)

  • cK writes:
    January 8th, 2010 at 4:40 pm

    mainanmu apaan phan? bukan cowok khan? :-? :lol:

  • arya writes:
    January 8th, 2010 at 4:41 pm

    aku jg masih belum paham, mainan apa sih? live doll cowok yg bisa getar ya van? *kaboooor*

  • dilla writes:
    January 8th, 2010 at 4:44 pm

    tak tanya lagi nih, maenan apaan sih phan?
    kalo posting yang jelas dong
    *dicekek*

  • Oom Yahya writes:
    January 8th, 2010 at 4:50 pm

    Ra dong e phan …

  • antobilang writes:
    January 8th, 2010 at 4:50 pm

    kamu paling suka mainin bagian mana phan?

  • nonadita writes:
    January 8th, 2010 at 5:05 pm

    kamu kok tega mainin orang sih, phan?
    *eh

  • arya writes:
    January 8th, 2010 at 5:27 pm

    Update:

    Mainan mahalku adalah seseorang yang tidak aku cintai. Tapi dia membuat aku senang seperti anak kecil yang mendapatkan mainan baru. dan mendadak mainan baru itu hilang.. *btw orangnya gak marah kok kalo aku analogikan sebagai mainan mahal. karena dia memang begitu..*

    PASTI COWOK! *kabur lagi*

  • iphan writes:
    January 8th, 2010 at 5:28 pm

    *LEMPAR ALYAK PAKE BOM MOLOTOV*

  • itikkecil writes:
    January 8th, 2010 at 6:16 pm

    kamu apain orang itu jadi ngabur gitu?

  • aaqq writes:
    January 8th, 2010 at 6:29 pm

    biasanya.. semakin tua.. mainan kita akan semakin mahal :)

  • waterbomm writes:
    January 8th, 2010 at 6:33 pm

    lalu? siapakah yang jadi mainannya??? *dejavu sama komen diatas*

  • goop writes:
    January 9th, 2010 at 8:23 am

    yang namanya mainan, satu waktu kita akan begitu suka, lain saat kita bosan dan dibuang atau disimpan–kalau cukup rajin– semahal apa pun itu….nampaknya, yang namanya mainan tak terlampau berharga, sampai kita ingat lagi, kepengen main dan dipungut atau diambil dari tempat penyimpanannya, sudah begitu saja kalau untuk yang namanya mainan hehehe

  • annosmile writes:
    January 9th, 2010 at 8:54 am

    ikutan gak paham
    *ngacir*

  • Perikecil writes:
    January 9th, 2010 at 10:33 am

    iphaann *peluk-peluk*
    eh kok nyari maenan baru? Percy pakabar?
    kapan balik ke jogja? ntr aku beliin mainan baru deh

  • Chic writes:
    January 11th, 2010 at 12:40 pm

    “Mainan mahalku adalah seseorang yang tidak aku cintai.”

    menekankan kata “tidak” di situ.. bagaimana kamu bisa merasa tidak puas kalo mainan itu tidak kamu cintai phan?

    :mrgreen:

  • iphan writes:
    January 13th, 2010 at 2:02 pm

    @chic : itu namanya nafsu mbak chic.. belum puas memenuhi nafsu akuu.. kalo udah ya udah. ahahahaaha.. *ditabok panci*

  • dhodie writes:
    January 20th, 2010 at 12:43 pm

    Dia kabur mungkin karna dia pun menganggapmu mainan.. Jadi dalam hal ini kamu kalah puas ehehehehe *analisis ngaco*

  • hanif IM writes:
    February 18th, 2010 at 5:48 pm

    apa sih maenan mahalnya? bingung saia.

  • pandaya writes:
    February 19th, 2010 at 11:26 am

    kok sepertinya saya mengerti makna di balik postingan ini
    berasa curcol pribadi heheheehe….
    *pdhl g tau juga ding*

  • adi dzikrullah bahri writes:
    March 1st, 2010 at 6:18 pm

    sangat menarik..ringan, tapi sangat berbobot..salam kenal ya


Leave a Reply

»  Substance: WordPress   »  Style: Ahren Ahimsa