Bab Melbourne Street Art

Salah satu hal yang membuat kota Melbourne lebih “hidup” adalah kehadiran seni yang terasa sampai ke pelosok jalan. Graffiti, mural, stensil, semuanya membaur dengan apik di sepanjang dan sudut-sudut kota, seolah-olah tembok-tembok kosong itu memang disiapkan untuk “dikaryakan”.

Ada yang bilang begini, “Kalau melihat jalanan yang penuh graffiti, dan mural di Melbourne, aku nggak berasa takut. Tapi kalau aku ngeliat ini di Jakarta, aku jadi was-was.” Begitu kata seorang teman. Saya hendak membantah, tapi setelah dipikir lagi, mungkin memang benar. Jalanan yang penuh mural dan graffiti di Jakarta kebanyakan (tidak semua ya) berada di tempat-tempat yang kurang kondusif untuk dipakai jalan. Wait, hampir kebanyakan jalanan di Jakarta tidak kondusif dipakai jalan kaki, kecuali daerah Sudirman. Hahahaha. Miris ya.

Tidak seperti di Melbourne, kehadiran mural dan graffiti ini justru sepertinya “didukung” pemerintah setempat. Bahkan di Melbourne ada “Melbourne Street Art Tour.” yang dijadikan sebagai salah satu tur wisata di Melbourne. Beruntung, saya berkesempatan mencoba “Melbourne Street Art Tour” ini.

Saya bertemu dengan David di 7-Eleven dekat Federation Square. Tempat yang aneh untuk bertemu dengan seorang tour guide. Tapi begitu saya melihat David, 7-Eleven begitu “normal” dibanding penampilan tour guide saya ini. The most hipster-artsy tour guide I’ve ever had. Kacamata limited edition yang ia dapat di sebuah local shop di Sydney, topi printed yang masih ada price tag seharga 2 dollar, jaket ngejreng, semakin mencolok dengan jenggot tebal. Seorang teman berkomentar: “Mirip hobo tapi stylish, ya”.

Kami pun menelusuri jalanan-jalanan Melbourne yang penuh dengan coretan keren di sepanjang dindingnya. Mulai dari Hosier Lane, sampai berakhir di Franklin Street tempat Blender Studio – organisasi yang mengadakan tur ini berada.

Di Hosier Lane, kami melihat banyak turis yang sama seperti saya, ikutan street art tour ini. Tour guide menyebutkan banyak nama seniman-seniman jalanan yang berjasa menghiasi jalanan Melbourne. Saking banyaknya saya sampai lupa siapa saja mereka. Tapi saya berhasil menemukan stensil terakhir yang ditorehkan Banksy di kota ini. Yay!

Kalau dilihat lebih detil lagi, sebenarnya tidak hanya graffiti, mural, atau stencil saja yang bertebaran di dinding kota Melbourne, tapi ada juga artworks lain yang tersembunyi, seolah-olah mengajak kita untuk bermain mencari harta karun. Sepanjang jalan saya, selain mengamati graffiti, saya juga mencari-cari karya seni lain yang mungkin ditorehkan senimannya. Ini beberapa yang saya temukan.

Terakhir kami berkunjung Blender Studio. Art Studio ini sungguh menyenangkan. Percaya atau tidak, banyak street artists dari mancanegara yang “tinggal” di sini selama beberapa waktu saat mengunjungi Melbourne. Mereka numpang tidur, sekalian main, kalau beruntung juga ikut “berkarya” di sini. Semacam ada ikatan yang erat antara seniman-seniman jalanan di Melbourne dengan negara lainnya termasuk Indonesia. David sendiri, ia pernah stay di New York beberapa waktu dan menorehkan beberapa karya di jalanan New York. Mungkin bisa dijadikan alternatif tempat tinggal, kalau kamu berkunjung ke Melbourne. Tapi syaratnya kamu seniman graffiti atau mural, dan sudah kenal mereka sebelumnya lewat berbagai forum seni yang ada.

Info Melbourne Street Art Tours:

Blender Studios 110 Franklin St,
Melbourne 3000
Tel: +61 3 9328 5556
www.melbournestreettours.com

Be Sociable, Share!

← Previous post

Next post →

4 Comments

  1. Wintia Sunny

    Wow you already visit alot of place.. I hope one day can do the same thing like you do now… Visit new place, new story, new people, and of course many kind of delicious food… Thank you for inspiring me…

  2. Wintia Sunny

    Wow you already visit alot of place.. I hope one day can do the same thing like you do now… Visit new place, new story, new people, and of course many kind of delicious food… Thank you for inspiring me…

  3. Mungkin kalau PemKot Jakarta mau, Jakarta bisa dimural dengan batasan-batasan tema di berbagai area.

    Menarik juga sebetulnya ^^

    • Wah seru kayaknya, apalagi Jakarta punya banyak seniman jalanan yang sudah mendunia. 😀 *semoga ada yang mau ngajuin ke PemKot*

Leave a Reply