Bab Transportasi Jakarta Bagi Traveler

Setelah traveling ke beberapa ibu kota negara lain, saya menyadari bahwa transportasi Jakarta sangat tidak ramah untuk para travelers.

Di mulai dari tiba di bandara. kita yang bukan tinggal di Jakarta akan dibuat bingung bagaimana bisa sampai kota karena tidak ada panduan yang jelas. Walau demikian, ada taksi, dan damri (dan juga taksi ilegal) yang bisa digunakan untuk para pelancong.

Di dalam kota Jakarta, TransJakarta masih tersendat dengan kualitas dan jumlah armada bis yang disediakan. Tidak jarang, kita harus menunggu lama untuk bisa menikmati transportasi tersebut. Bagi traveler (dan juga orang Jakarta sendiri) ini sangat tidak efisien.

Lagi… Taksi menjadi alternatif paling aman bagi para pelancong walaupun harus menghadapi macet yang sudah sohor di penjuru dunia.

Namun sejak tahun lalu, saya melihat sedikit harapan tentang jasa transportasi Jakarta, baik yang disediakan pemerintah ataupun swasta yang bisa kita manfaatkan dengan maksimal:

  1. KRL

KRL semakin hari semakin baik pelayanannya. PT KAI sendiri juga mulai membenah diri. KRL lumayan berguna untuk berpergian ke daerah suburban Jakarta seperti BSD, Alam Sutra, Bogor, dan sekitar yang memang susah akses transportasinya selain taksi dan kendaraan pribadi.

  1. TransJakarta

Transportasi ini setiap tahun selalu memberi harapan kepada warga Jakarta, walaupun lebih banyak berakhir kecewa. Namun, setelah melihat perkembangan transportasi Jakarta di bawah kepemimpinan Ahok, TransJakarta (mudah-mudahan) menuju arah yang semakin baik. Dimulai dengan pengadaan bus baru bikinan Eropa yang konon lebih nyaman dibanding bus buatan China yang selama ini digunakan. Untuk kecepatan, atau banyaknya armada, nampaknya kita harus bersabar karena pemerintah baru membeli 50 bus dari well… 1000 bus yang direncanakan.

  1. Bluebird Taksi Apps

Bluebird apps mungkin, apps transportasi di Jakarta yang paling lama dan reliable. Saya sendiri sering pakai ini sebelum semakin banyak aplikasi baru yang memberikan diskon-diskon menarik.

  1. Uber

Menurut saya, uber banyak memberikan solusi ketika kita harus berebut taksi terutama pada jam pulang kantor dan musim hujan. Dengan memesan taksi reguler, saya bisa menunggu 2 jam. Sedangkan dengan Uber karena penggunanya tidak sebanyak taksi reguler, saya bisa langsung dapat mobil. Kemudian, somehow, tarif Uber sering lebih murah dari taksi reguler.

Tapi kini kita perlu cermat kalau hendak memesan layanan ini. Sebab tarifnya akan naik beberapa kali lipat di jam-jam tertentu, terutama peak hours.

Kalau belum pernah mendownload Uber, bisa download dan sign up, kemudian gunakan promo code: Uber_Jkt untuk mendapat voucher yang bisa langsung digunakan saat pemesanan pertama.

Uber_JKT

Uber_JKT

  1. Gojek

Aplikasi Gojek sedang naik daun di Jakarta. Apps ini berhasil menolong calon penumpang ojek nggak perlu gontok-gontokan nawar harga sama tukang ojek pangkalan yang sering nggak masuk akal. Plus, kita sebagai penumpang akan dapat masker, serta penutup kepala untuk helm. Kenyamanan yang menjadi standar baru untuk ngojek. Selain itu aplikasi ini juga menawarkan layanan membeli makanan, mengantar dokumen, dll. Kalau belum pernah pakai referral code: 534957537 untuk dapat kredit 50ribu yang bisa dipakai langsung.

Gojek Jakarta

Gojek Jakarta

  1. GrabTaxi

Aplikasi asal Malaysia ini menjadi kompetitor bagi bluebird apps dan juga Gojek. Kenapa? Sejak masuk ke Indonesia tahun lalu, GrabTaxi banyak memberikan promotion code berupa potongan harga untuk para penumpang. Taksi yang dipilih juga kompetitor bluebird: express, taxiku, dll. Tentu ini banyak dimanfaatkan oleh pengguna layanan taksi di Jakarta.

Baru-baru ini, GrabTaxi juga meluncurkan jasa GrabBike yang secara langsung menjadi head to head competitor aplikasi lokal Gojek. Mana yang lebih baik, Gojek atau GrabTaxi, itu masih sering diperdebatkan oleh pengguna kedua jasa tersebut. Hanya saja, untuk kualitas pelayanan yang selama ini saya dapat, Gojek masih jauh lebih unggul dari GrabTaxi.

Grab Bike Jakarta

Grab Bike Jakarta

  1. Free Shuttle Bus Sudirman-Thamrin

Mungkin belum banyak yang tahu kalau semenjak pemerintah DKI melarang motor melintas daerah Thamrin, tersedia layanan Free Shuttle Bus yang melintasi sepanjang jalan Thamrin, Sudirman, dan seputaran Monas. Saya beberapa kali naik bus ini, dan sepi banget belum banyak orang yang naik. Padahal itu jam pulang kantor. Kehadiran free shuttle ini menurut saya sangat berguna untuk yang ingin pindah mal yang ada di sepanjang jalan protokol Jakarta.

  1. Bus Tingkat Pariwisata

Walaupun awalnya ditujukan sebagai moda transportasi yang bisa menjelaskan kota Jakarta kepada turis, nampaknya bus ini belakangan dialihfungsikan sebagai free shuttle sepanjang Sudirman-Thamrin oleh Pemda. Ketika naik bus ini, saya sendiri merasa fasilitasnya masih “tanggung” dan jauh berbeda dibandingkan dengan layanan bus tingkat pariwisata di Singapura. Kalau di Singapura ada bantuan audio yang menjelaskan tentang tempat yang dilewati bus dalam berbagai bahasa termasuk Bahasa Indonesia. Tapi memang harus bayar, tidak seperti bus tingkat di Jakarta yang gratis.

Jadi sudah tahu mau naik apa selama di Jakarta?

Be Sociable, Share!

← Previous post

Next post →

2 Comments

  1. Jangan lupa Kopaja AC, memang masih terbatas tapi itu juga bisa menjadi harapan untuk transportasi jakarta selanjutnya lho

    • Puputs: Hehehe, iya sih Kopaja AC udah gabung sama TransJakarta. Tapi belum tahu bakal kayak gimana. Semoga hasilnya jadi mempermudah kita yang tinggal di Jakarta ya 😀

Leave a Reply