Bab Liburan Keluarga di Gili Air

 

Ketika berlibur ke Gili Trawangan beberapa bulan lalu, saya punya firasat akan kembali lagi ke sana. Saya jatuh cinta dengan kesederhanaan pulau kecil itu.

Firasat itu terjawab sangat cepat. Bersama keluarga tercinta, hari kedua lebaran kami berlibur ke Gili Air.

Perjalanan kali ini sedikit berbeda dengan Gili Trawangan. Kalau dulu saya menempuh jalur udara dari Jakarta ke Lombok, lalu menyeberang ke Gili Trawangan, maka kali ini saya melipir ke Bali dulu untuk merayakan Idul Fitri bersama keluarga. Oh iya, masih banyak yang nggak percaya kalau saya setiap tahun mudik lebarannya ke… Bali. Karena orang tua tinggal di Bali.

Tidak seperti berlebaran di Pulau Jawa. Di Bali saya dan keluarga tidak punya acara khusus. Usai sholat ied, sungkeman keluarga, mengunjungi kerabat, lalu sudah, acara bebas.

Karena itu, kami sekeluarga memutuskan hari kedua akan menghabiskan waktu dengan berlibur ke Gili Air.

 

Menuju Gili Air

Kami berangkat dari Pelabuhan Padang Bai menuju Gili Air menggunakan jasa speed boat Eka Jaya. Harganya sekitar 250,000/orang, tapi kalau mau dijemput di Denpasar/Sanur/Kuta bisa dengan biaya tambahan 50,000/orang.

Waktu tempuh dari Padang Bai ke Gili kurang lebih 1,5 jam. Jadi selama perjalanan kamu bisa set playlist musik, atau nonton video di tablet, atau berjemur di deck kapal. Kalau saya memilih duduk di deck atas kapal, sambil liat laut, tiduran, dan kenalan sama pelancong lainnya. Jangan lupa pake sunblock biar kulitnya nggak kebakar ya 😀

Suasana Pelabuhan Tanjung Benoa

Suasana Pelabuhan Tanjung Benoa

Pemandangan Pelabuhan Padang Bai

Pemandangan Pelabuhan Padang Bai

Di atas kapal menuju Gili

Di atas kapal menuju Gili

Gili Trawangan ketika Peak Season

Gili Trawangan ketika Peak Season

Villa Akasia

Tiba di Gili Air, saya disambut oleh penjaga villa. Kebetulan, kami menyewa private villa namanya Villa Akasia. Villa ini bisa menampung maksimal 6 orang. Fasilitasnya cukup lengkap. 2 bed rooms, private swimming pool, private kitchen (alat masaknya lengkap banget, bahkan ada rice cooker, toaster, dan blender juga), wifi, TV Kabel, dan handpohone untuk menghubunggi villa assistant selama menginap di sana.

Pemilik villa, dan assistant nya sangat membantu, seperti mengurus penyewaan sepeda, belanja kebutuhan makanan (karena dapur yang lengkap, kita jadi tergoda untuk masak-masak), sampai mengurus tur snorkeling.

Villa ini cocok untuk keluarga, atau rombongan bersama teman-teman. Beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan kalau hendak menginap di sini antara lain: lalat yang sangat mengganggu (hari berikutnya, villa assistant sudah datang dengan kertas lem penangkap lalat), wifi yang sering mati (Villa ini pakai provider XL untuk hotspot, karena memang XL yang paling stabil sinyalnya. Sayang ketika kami datang, sepertinya pengelola villa belum menambah paket data), akses jalan yang berdebu kalau siang hari.

Tapi disamping itu semua, saya pribadi cukup puas dengan hospitality servicenya, Onyes – nama villa assistant nya, sangat bisa diandalkan. Apapun yang kita perlu, dia bisa cari solusinya.

Villa Akasia Gili Air

Villa Akasia Gili Air

Villa Akasia Gili Air

Villa Akasia

Villa Akasia Gili Air

Villa Akasia

Villa Akasia Gili Air

Villa Akasia

Villa Akasia Gili Air

Villa Akasia

Villa Akasia Gili Air

Villa Akasia

Selama di Gili Air

Gili Air lebih sepi dari Gili Trawangan. Selama di Gili Air, kami kebanyakan bermain di pantai, berjemur, foto-foto, berenang, keliling pulau naik sepeda, dan snorkeling.

Untuk pemesanan snorkeling, kami dibantu sama villa assistant. Karena sekeluarga bersama anak kecil, kami mengambil private snorkeling tour yang menghabiskan biaya 1juta-1,2juta. Biaya tersebut sudah termasuk private boat, 3 snorkeling destination, dan private guide. Sayangnya, operator dan private guide yang kami dapat kurang begitu koperatif, dan tidak terlalu membantu kami selama snorkeling. Jadi saya tidak bisa merekomendasikan operator yang kami ambil untuk snorkeling selama di Gili Air. Hanya saja, tidak semua operator dan guide di Gili seperti itu. Sebelumnya, saya mendapat operator dan guide yang baik dan seru banget! Mungkin ini harus untung-untungan 😀

Havaianas di Gili Air

Havaianas di Gili Air

Suasana di Gili Air

Suasana di Gili Air

Pantai di Gili Air

Pantai di Gili Air

Transportasi di Gili AIr

Transportasi di Gili Air

Main Freebee di Gili Air

Main Freebee di Gili Air

Pantai di Gili Air

Pantai di Gili Air

 

Liburan Bersama Keluarga

Awalnya saya sempat ragu untuk memilih Gili Air sebagai destinasi liburan keluarga. Pasalnya, saya juga mengajak ponakan umur belum genap 2 tahun. Tapi ternyata, selama di Gili, ponakan saya senang sekali. Jalan-jalan di pasir, dibonceng naik sepeda, & berenang di laut. Makanan, berhubung ada dapur, kebutuhan bayi jadi aman. Asal kita sudah bawa bahan dan persiapan lengkap.

Adik-adik kesayangan

Adik-adik kesayangan

Kakak dan Ponakan

Kakak dan Ponakan

Ponakan Main Pasir

Ponakan Main Pasir

Travel Tips

Gili Air memang lebih sepi, dan kurang banyak attraction dibanding Gili Trawangan. Tapi destinasi yang tepat kalau ingin bersantai, dan rileks dengan akomodasi yang masih bagus.

Be Sociable, Share!

← Previous post

Next post →

8 Comments

  1. itu biaya sewa private vila nya berapa?

    • @Jarwadi MJ: biayanya beda-beda tergantung harinya. Cuma waktu itu aku sewa sekitar 2,5juta/malem untuk 6 orang (7 kalo si kecil diitung). 😀

  2. kelihatannya bagus tempatnya. Rasanya tenang karena sepi, ya :)

    • Bagus! saya suka banget Gili Air. Dan memang lebih sepi dibanding Gili Trawangan. Cuma gitu, kerjaannya bangun, liat sunrise, tiduran di pantai, naik sepeda, makan, liat sunset, tidur =)))

  3. Udah sering ke bali tapi belum pernah nyebrang ke sini.
    Ini tempatnya tenang sepi gitu ya? Enak nih di sini kalo lagi galau…
    Bahahhaha 😀

    • Iya. Kalau mau menyepi dan santai, Gili Air seru sih 😀

  4. Mantab dah bang ngetripnya . pasti asik tuh 😀

Leave a Reply