Ada hal yang tak perlu diceritakan. Menjadi album yang akan termakan zaman. Iya, cerita itu berakhir di Venezia.

Terjebak di antara lorong-lorong gelap dan lembab. Meredup bersama senja, dan silam dalam kelam. Kanal-kanal kecil berliku itu mahir menyembunyikan suara-suara tak bertuan dalam riakan air.

Gambaran realita memudar dalam kesadaran, terbang melewati awan berteman bergelas-gelas wine yang sudah tak berdasar. Kata-kata menjadi terlalu sederhana untuk suasana yang sedang gulana ini. Dalam perut burung besi, hati ini berjanji untuk berhati-hati dalam berbagi sisi.

Keheningan ini membuatku ingin berteriak. Namun seperti ada tombol mute yang menyala, tak sedikitpun suara berhasil kukeluarkan. Aku yakin, aku mampu menulis berlembar-lembar kalimat tentang perjalanan ini, tapi semua masih melayang di pikiran dan jari-jari ini terlalu marah untuk meraihnya.

Malam berganti fajar. Senja menyambut petang. Aku terbang di antara awan-awan menuju pulang.

Be Sociable, Share!