About iphan
ordinary man with extraordinary attitude.
Sore itu, saya diminta menjadi tamu di Swaragama FM untuk berbicara sebagai pengamat fashion dan prediksi fashion 2012 seperti apa.
Selamat Natal teman-teman semua. Walaupun saya tidak merayakan Natal, tetapi saya senang dengan suasana Natal. Karena selalu ada keceriaan, suka cita, dan hal-hal yang membuat kita tertawa dengan sesama
Hari ini saya pergi ke rumah sahabat keluarga sekaligus saudara, Om Djum dan keluarga. Hampir setiap tahun saya selalu ke rumah keluarga beliau
Seneng deh, soalnya Tante masakannya enak banget
Trus saya juga ke rumah Indira dan keluarga. Mereka selalu punya keceriaan dalam kondisi apapun. Sebuah keluarga yang kompak dan menyenangkan.
Buat saya, datang, dan ikut merayakan Natal bersama mereka adalah kado Natal yang spesial untuk saya. Jadi, apa kado Natal kamu tahun ini?
Saya suka film ini!
Cerita Sherlock Holmes: A Game of Shadows benar-benar membuat saya penasaran hingga akhir. Banyak hal-hal tidak terduga layaknya cerita detektif yang berhasil ditampilkan dengan emosi yang tepat. Alur ceritanya sendiri menurut saya segar dan tidak membosankan.
Kata Mas Iman, Guy Ritchie berhasil membawakan kekhasannya pada film ini. Mas Iman juga bahwa film ini mirip sama Snatch (saya belum nonton Snatch, trus langsung download begitu sampai rumah).
Saya juga belum baca novel Sherlock Holmes, jadi nggak bisa komen apakah Robert Downey Jr. berhasil memerankan karakter Sherlock dengan benar apa tidak. Tapi menurut saya, Sherlock di sini terlalu banyak “ngelucu” dan logat British nya Robert nggak terlalu keluar, masih Amerika sekali. Trus, pembawaannya yang selengekan mengingatkan saya pada karakter Iron Man. Walaupun begitu, masih terselamatkan oleh lawan mainnya Jude Law.
Tontonan recommended akhir tahun
Hore udah weekend!

Saya kali ini nggak posting dari pc atau laptop, tapi nyoba posting via HTC Desire S. Karena saya lagi ada di Roof Top All Season Hotel dan kudu terus menjalani program #30HariMenulisBlog yang dibikin oleh saya sendiri *gak ada kerjaan*
Nggak enaknya posting via HTC Desire S ini adalah harus ngetik di tocuch screen! Sangat menyiksa sekali.
Tentang Roof Top

Ini kali pertama saya datang ke sini. Tempatnya enak, open air juga (namanya juga roof top). Sayang nggak terlalu luas, dan seatnya terbatas. Jadi perlu was-was kalau tempatnya penuh.
Over all oke kok, apalagi ini lagi happening di kalangan anak nongkrong Jogja.

“Because the love still exists…”
Itulah kata penutup dari pementasan teater boneka dari Papermoon Puppet Theater yang berjudul “Setjangkir Kopi dari Plaja”.
Sore itu saya mendapat kesempatan menonton pementasan teater boneka yang terkenal di Jogja, Papermoon. Sudah lama saya ingin menonton pertunjukan Papermoon, tapi selalu terlewat. Kali ini saya beruntung karena mendapat tiket lebih dari Sita, padahal tiket sudah sold out dari beberapa hari sebelumnya.
Di undangan kami diminta untuk berkumpul di Kedai Kebun pukul setengah enam sore. Tertulis juga, bahwa mereka akan membawa kita ke lokasi vintage yang alamatnya dirahasiakan. Hmmm… menarik.
Tengah malam.
Saya membutuhkan tempat yang berkoneksi, dan nyaman untuk mengerjakan tugas. Dengan mencoret kantor, dan kos sebagai tujuan saya malam ini, berarti pilihannya adalah kafe. Sayapun teringat pada seorang teman yang kini sedang membuka kafe di Jogja. Belum opening sih, tapi di sana sudah ada kursi, meja, dan internet yang saya butuhkan. Ternyata, ia tidak hanya memberikan saya fasilitas internet gratis, tapi juga membuatkan saya cake coklat di tengah malam buta. Chocolate Lava.
Di film Mission Impossible ke empat ini sangat terlihat bahwa Tom Cruise tidak lagi muda. Walaupun begitu, akting dan laganya masih seperti usia dua puluhan (saya yang dua puluh tahun beneran aja, nggak bisa kayak gitu).
Cruise masih berperan sebagai Ethan Hunt, agen andalan IMF. Twist dari film ini adalah Hunt dan teamnya kini tidak mendapat perlindungan dari pemerintah Amerika Serikat. Bahkan semua tindakan mereka disangkal oleh pemerintah, dan mereka dianggap teroris. Inilah Ghost Protocol. Misi mereka adalah, mengagalkan rencana peledakan bom nuklir yang akan memicu perang, sekaligus membersihkan nama mereka.
Film berdurasi 133 menit ini terasa lama di awal film. Cruise lagi-lagi masih terlihat pamer dan sok heroik. Seperti judulnya, Mission Impossible, film ini menghadirkan gadget-gadget multifungsi nan canggih guna mendukung misi mereka. Karena terlalu canggih, susah membedakan gadget ini hasil dari teknologi canggih apa sihir seperti Harry Potter.
Buat saya sih tipikal film Hollywood banget. Endingnya sudah ketebak. Dan film ini nggak menghadirkan sesuatu yang wah, selain Cruise yang (walaupun masih tetap terlihat heroik) lebih manusiawi dan sedikit humor. Selebihnya… Ya begitu, nggak jelek, tapi juga nggak bagus banget. Kalau saya, termasuk film yang cepat dilupakan
Entah kenapa IMDB memberi rating 8 yang menurut saya terlalu berlebihan.
Tau pertama kali dari @nicowijaya. Dia bilang ini “instagram”nya non Apple product. Setelah berapa minggu, baru deh sempat nyoba molome (bisa dicari di android market, ato bb app world) www.molome.com.
Ternyata lucu juga ya… tampilan di handphone mirip sama tampilannya instagram.
Yah, paling nggak ada mainan baru akhir pekan. Follow aku yaa di www.molome.com/iphan. ntar daku folbek.. #eaaa