Bab Router DWR 116, Si Penyelamat Berjaringan 4G

Happy New Year 2015!

Alhamdulillah bisa mengakhiri tahun 2014 dan mengawali 2015 dengan menyenangkan: “pulang kampung” ke Jogja dan traveling ke Sumbawa Barat & Thailand (blog menyusul). Tapi nggak ada yang lebih nyaman selain tidur di kamar sendiri, setuju?

Begitu kembali dari traveling yang saya lakukan adalah:

  1. Unpacking
  2. Masukin cucian kotor
  3. Transfer foto-foto dari kamera ke laptop
  4. Upload foto-foto ke semua sosial media
  5. Nulis blog

Oke, kegiatan 1,2, dan 3 berhasil dilakukan. Tapi begitu mau upload foto ke media sosial dan posting blog, ternyata internet di kamar mati. Usut punya usut, router di rumah kos saya sudah berumur cukup tua dan sering bermasalah saat memancarkan sinyal wifi dari modem.

DSCF9181

Setelah berapa kali diutak-atik, ternyata router lama ini memang harus segera pensiun. Saya pun melakukan serah terima tugas dan jabatan dari router lama ke router baru: D-Link Wireless N300 Multi-WAN Router. Proses pemindahan dari router lama ke yang baru pun ternyata punya cerita sendiri.

Proses Serah-Terima

Nah, sebagai orang yang jarang gonta-ganti router, tentu saya lupa dan tidak punya data internet yang dibutuhkan agar router dengan modem bisa tersingkronisasi. Maka sebelum menggantinya, kita bisa melakukan 2 cara ini:

  1. Melakukan clone MAC address dari router lama, kemudian datanya tinggal copy-paste ke router baru. Setelah melakukan clone, jangan lupa rebooting modemnya agar bisa berhasil connect dan internet bisa digunakan.
  2. Kalau cara pertama dirasa terlalu geeky, alternatif lain adalah: telepon provider internetnya, minta semua data-data yang dibutuhkan ketika melakukan set up router pertama kali. Setelah semua data terisi dengan benar, niscaya internet bisa bekerja dengan semestinya.

Perlu diperhatikan dengan teliti ketika sedang melakukan setting pertama pemasangan wireless ini, karena mungkin bukan hal yang sederhana bagi orang awam, tapi cukup mudah dilakukan ketika kita mengikuti semua panduannya.

Testimoni Tentang D-Link Wireless N300 Multi-WAN Router

DSCF9193

DSCF9198

DSCF9197

Ini pertama kalinya saya memakai wireless yang bisa menerima internet, tidak hanya dari kabel LAN, tetapi juga dari USB mobile broadband. USB mobile broadband ini biasa dikeluarkan provider internet berjaringan GSM/CDMA. Nah, kebetulan router ini sudah bisa menerima dan menyebarkan teknologi 4G (walau sayangnya, belum banyak provider di Indonesia yang sudah punya teknologi 4G).

Menariknya, kalau kita punya internet kabel dan juga internet mobile, kita bisa menggunakan kedua jaringan ini di router yang sama. Jadi begitu salah satu internet mati (misalnya internet dari mobile providernya mati) secara otomatis, internet dari kabel LAN akan tersambung sebagai back up (bisa berlaku sebaliknya, tergantung jaringan mana yang kita pakai sebagai jaringan utama).

DSCF9200

Selain itu antena router ini ada 2 (sedangkan router lama saya hanya 1) dan langsung terasa bedanya karena sinyal wifi lebih kuat dan stabil.

Sekarang, karena kuatnya sinyal wifi dari D-Link Wireless N300 Multi-WAN Router, di kamar mandi saja sekarang saya bisa wifi-an. Happy!

Kalau mau lihat spesifikasi produknya, bisa cek sendiri ke: http://www.dlink.co.id/ Atau facebook fanpagenya: https://www.facebook.com/DlinkIndonesia

j j j

Bab Rekening Virtual

 

IMG_0862 (1) Raline 2 (1)

Semasa SD, pergi ke bank dan menabung adalah hal yang paling ditunggu-tunggu. Waktu itu saya merasa pergi ke bank dan mengantri di teller adalah pekerjaan yang paling keren, karena bisa mengantri bersama orang dewasa lainnya untuk menabung tentunya di rekening saya sendiri.

Namun, nampaknya kesenangan mengantri di bank lambat laun memudar sesuai pertambahan usia saya. Semakin gede, semakin males. Apalagi sekarang… Bukan apa-apa, namanya juga sudah besar, sudah kerja, punya kesibukan yang padat (jiyee padat) jadi susah banget kalo mau ke bank. Mesti izin kantor dulu, nyari bank nya, riweuh, keburu males. Padahal tujuannya paling cuma buat ngeprint rekening koran.

Selain itu tren di kalangan pergaulan saya, apa-apa mainnya sudah transfer. Contohnya pas makan siang:

X: “Eh gue nggak bawa cash nih, bayarin dulu dong, gue transfer sekarang”
Y: “Gue juga juga bayarnya pake kartu sih, yaudah ntar lo transfer ke gue aja ya”

Percakapan di atas sering banget saya alami. Bukan karena males bayar, tapi lebih males bawa cash dan males ngambil duit di ATM (buset, ke ATM aja males). Jadinya, sejak semua punya smartphone, dan kartu debit atau kartu kredit, makan aja maunya tinggal gesek (apalagi kalau ada promo diskon. Hihihi). Di smartphone saya paling nggak ada 3 aplikasi perbankan yang mempermudah kegiatan transfer-transferan. Dan ini juga terjadi sama teman-teman saya lainnya. Masalah transfer-transferan ini pun akhirnya menimbulkan problematika baru: beda bank! Akhirnya, saya perlu nambahin Rp. 5000 – Rp. 7500 perak lagi buat bayar biaya transfer antar bank. Kalau diitung-itung dalam sebulan kan lumayan banget.

Terus saya bilang, “lo buka rekening di bank yang kayak gue dong, biar transfernya gratis”. Malah nyuruh-nyuruh, hahaha. Eh doi malah nyamber dengan anggun “makanya pakai bank yang kalau mau transfer antar bank, sama transaksi lainnya gratis”.

Emang dasarnya saya nggak mau rugi, saya malah fokus sama bank yang dikasih tahu teman saya ini. Emang ada? Atas rekomendasi teman saya yang bilang kalau bank nya bebas biaya transaksi kalau saldo minimal sejuta, browsing lah saya tentang CIMB Niaga. Terus cari tahu bank ini punya tabungan apa aja. Awalnya agak males sih, karena mikir harus pergi ke bank dulu untuk buat rekening baru. Tapi… JRENG! Ada 1 tabungan yang bikin buat saya tertarik banget, namanya ON Account. Soalnya bisa buka rekening TANPA HARUS KE BANK dan nggak ada biaya adminnya! Oke, saya baca syarat dan langkah-langkahnya. Nggak ribet kok. Tinggal registrasi online, trus ntar bakal didatengin sama pegawai bank nya. Singkat cerita, setelah saya daftar, besoknya saya ditelfon sama CIMB Niaga, trus janjian ketemu petugasnya buat ngasih dokumen dan ngasih setoran awal. Ketemuannya bisa di kantor, atau di kafe, atau di mana aja (nggak mungkin di jalan sih). Kemudian, besoknya bener lho, si petugasnya datang ke Pizza e Birra, tempat kita janjian (ini jelas bukan blind date ya). Dan saya cuma tanda tangan, ngasih setoran tunai (yang bisa debit dari kartu ATM bank lain), trus langsung dapet kartu ATM nya deh. Canggih!

Sesuai janji masnya, katanya kalau buka On Account, kita langsung dapet Poin Xtra. Nah poin ini bisa dipakai buat macem-macem kayak bayar bill di kafe, atau nonton. Nah kemarin saya sudah pakai nonton di XXI, dan beneran bisa! Yay! Jadi intinya, saya sekarang punya rekening CIMB Niaga tapi belum pernah ke bank nya sama sekali karena buka account nya via online. Statement bulanan pun tinggal tunggu diemail saja. Yang penasaran sama ON Account, dan cara-caranya bisa klik www.cimbniaga.com

As a foodie, dan orang yang gemar makan bareng temen-temen yang punya kebiasaan nggak bawa cash atau ngandalin promo kartu kredit, jelas sih ini berguna banget. Apa boleh buat, namanya juga anak muda, perlu gaul dan senang makan. Kebayang kan kalo lagi tanggal tua bisa tetep jadi foodie dengan bermodal Poin Xtra itu asik banget? Ini pertama kalinya saya punya rekening bank baru yang nggak pake ribet, dan manfaatnya sesuai dengan yang saya butuhkan saat ini. Mudah-mudahan ke depannya CIMB lebih banyak menawarkan promosi dengan Poin Xtra dan fitur On Account jadi makin keren!

 

j j j

Bab D-Link DWR-530 3.7 G Mobile Wireless

Setelah tiga bulan lebih saya menggunakan D-Link DIR 457 My Pocket Router, akhirnya saya mendapat kesempatan mencoba “kakak”nya, alias seri terbarunya, yaitu D-Link DWR-530 3.7 G Mobile Wireless (Yaaay! Thank you D-Link!). Apa bedanya?

Ketika saya membuka kotak D-Link DWR-530, saya melihat kotak hitam kecil. Wow! Ukurannya lebih kecil dari saudaranya, bahkan lebih kecil dari blackberry Gemini saya, dan lebih mudah masuk kantong. Secara visual, D-Link DWR-530 ini lebih gaya, dan elegan.

Bagaimana dengan performa nya?  Saat pertama kali mengoperasikannya, D-Link DWR-530 jauh lebih user friendly untuk orang awam. Selain itu juga mampu mengakomodasi teknologi jaringan GSM 3.7 G – entah jaringan di Indonesia sudah ada yang support atau belum. Tanpa perlu tutorial yang njlimet, saya langsung bisa mengoperasikannya dengan mudah. D-Link DWR-530 bisa diset ke modem biasa atau ke wireless, cara merubah settingannya Cuma tinggal switch tombol yang ada di samping modem wireless ini. Selain berbagi data internet, D-Link DWR-530 juga bisa berbagi data dari memory card yang sudah tersedia slotnya di sisi luar yang pastinya lebih memudahkan kita untuk melepas pasang memory card (kalau yang seri sebelumnya, slot memory card ada di dalam dan sedikit susah untuk lepas pasang memory card).

Di bagian permukaannya terdapat 4 simbol indikator yang menunjukkan performa dari D-Link DWR-530. Simbol indikator tersebut adalah indikator wireless, sinyal, baterai, dan pesan. Iya ada indikator pesan yang masuk ke nomor GSM yang digunakan. Jika kartu GSM yang digunakan hanya untuk internet saja, Anda dapat mengabaikannya. Mungkin kekurangan dari D-Link DWR-530 ini adalah tidak ada panduan untuk mengetahui kode warna indikator yang ada. Saya sendiri menyimpulkan, jika jaringan atau baterai sedang dalam kondisi bagus atau penuh maka akan berwarna biru. Jika sedang-sedang saja akan berwarna hijau, jika baterai mau habis akan berwarna merah.

Di halaman konfigurasi routernya, kita dapat mengatur jumlah user yang dapat memakai wireless dari D-Link DWR-530 dengan jumlah maksimal adalah 13 user. Selain itu kita juga dapat mengatur associated number hingga 6 station. Di halaman yang sama kita juga dapat mengatur security modenya. Bisa memilih mode WEP, WPA-PSK, atau WPA2-PSK. You can control your own wireless.

Jadi sejauh ini D-Link DWR-530 masih menjadi pilihan saya untuk berbagi koneksi internet. Apalagi gadget saya yang butuh internet kan ada banyak *digaplok*Hahahaha, but true, cukup langganan satu internet dan dipasang di D-Link DWR-530 3.7 G Mobile Router. Tertarik?

j j j

Bab Fashion Photography Workshop

 

Akhir pekan ini aku bersama Rudy yang akhirnya berkembang ke anak-anak komunitas fotografi UPN ngadain acara workshop fashion fotografi yang menghadirkan fotografer kondang Luki Ali. Karya-karyanya banyak menghiasi majalah-majalah fashion ibu kota, yang beberapa juga dapat dilihat di www.lukimages.com.

Acaranya diselenggarakan pada:

Sabtu, 12 Maret 2011

Pukul 13.00-16.00 WIB

di Kampus FISIP UPN “Veteran” Yogyakarta

Yang tertarik, buruan daftar. Karena tempat hanya tersedia 70 kursi.

Pendaftaran hubungi:

Tata (081903771392)

Bramanti (085643333501)

Novi (085729000523)

*klik foto untuk memperbesar gambar*

j j j

Bab Grooming

Masi dari seri magang.

gembel

Selama aku magang di Majalah Pria Intelektual itu, aku jadi sering menghadiri acara-acara penting dan yang dateng juga orang-orang penting. Alhasil diriku nan nista ini bak upik abu diantara majikan majikannya. Ya iyalah.. Kayaknya disana cuman aku yang penampilannya kumel, kusam, dan kulit kering, karena dalam sehari 18 jam lebih aku ada diruangan ber AC. Tapi efek lainnya, kulitku jadi lebih putih karena jarang berjemur. yaaaay! *plaaak*

Read More

j j j