Archive for the ‘Bab Curhat’ Category

Tau pertama kali dari @nicowijaya. Dia bilang ini “instagram”nya non Apple product. Setelah berapa minggu, baru deh sempat nyoba molome (bisa dicari di android market, ato bb app world) www.molome.com.

Ternyata lucu juga ya… tampilan di handphone mirip  sama tampilannya instagram. :D

Yah, paling nggak ada mainan baru akhir pekan. Follow aku yaa di www.molome.com/iphan. ntar daku folbek.. #eaaa

Hujan turun dengan lebat. Saya dan Fania naik motor menerobos hujan di jalanan Ring Road Utara, Yogyakarta.  Dihadapan kami ternyata ada genangan air yang besar. Dan saya pun mengangkat kaki agar tidak kecipratan air. Blackberry yang saya kantong di celana ternyata tergelincir keluar dan jatuh dengan keras di jalan. Belum selesai, kemudian sebuah mobil melintas dan melindas blackberry itu. Saya pun segera turun dari motor dan mengambil handphone malang yang tergeletak di atas aspal. Agak deg-degan, karena jalanan lagi ramai, ditambah hujan lebat. Tapi untung handphonenya masih bisa diambil.

Tidak usah ditanya, blackberry saya sudah pasti rusak. Masih bisa nyala sih, cuma layarnya putih dan ada retakan besar berwarna hitam di dalamnya. Hampir dipastikan karirnya sebagai handphone aku berakhir malam ini… Besok saya akan memindahkan contact bbm dan segala macamnya, sebelum nanti kalau ada rejeki, beli bb baru. Atau adakah yang berbaik hati beliin saya bb? :) )

Untuk beberapa saat saya tidak bisa dihubingi via BBM ya. Tapi masih bisa telepon, dan SMS, email, atau sosial media lainnya. :)

Ps: fotonya diambil barusan. Maunya difoto pas kondisi nyala, cuma masih basah…

sunset

Saya duduk di hamparan pasir berwarna putih kekuningan. Memandang langit berwarna jingga yang berawan. Debur ombak yang bergulung kecil di tengah laut, lengkap dengan warna keemasannya karena terpantul cahaya matahari. Saya berada di salah satu tempat favorit saya di dunia: Pantai! Saya menemukan sebuah ketenangan yang tidak bisa saya dapat di tempat lain. (bahkan saat pantai sedang ramai!)

Di tepi pantai, berdiri dua anak kecil yang tengah bermain air. Dua anak kecil laki-laki dan perempuan. Entah apa yang mereka imajinasikan, tapi mereka berdua seakan memiliki frekuensi sendiri – yang hanya mereka yang mengerti.

Apa yang saya pikirkan saat itu? Tidak ada. Hanya menikmati betapa indah dan cantiknya pemandangan yang ada di depan saya ini. Mengingatkan saya untuk terus bersyukur, tentang segala sesuatu yang saya miliki sekarang, sehingga masih bisa menyaksikan hal yang indah seperti senja di pantai selatan ini, beserta isinya.

Lokasi: Pantai Indrayanti (well, nama pantai Indrayanti ini sebenarnya bermasalah. Karena Indrayanti adalah nama pengelola penginapan di pantai tersebut. Sedangkan nama pantai  [katanya] nggak boleh dari nama pengelola pantai milik swasta. Aslinya, pantai Indrayanti masih satu garis dengan pantai Sundak, yang dipisahkan oleh batu karang yang besar).

Tapi memang, menurut saya pantai Indrayanti termasuk pantai yang pengelolaannya paling bagus untuk kawasan pantai selatan Yogyakarta. Mulai dari penginapan, sampai tempat makannya. Tahun lalu saya pernah menginap di sini bersama teman-teman cahandong.

Ketika menulis adalah sebuah keinginan, bukan keharusan, akan ada rasa dalam setiap untaian kata yang terangkai. Begitupula ketika saya melihat seorang anak perempuan, berusia 9 tahun, di sebuah desa di pinggiran Yogyakarta. Ia bahkan tidak menyadari saya yang tengah mengamatinya dari jauh. tangannya sibuk meliukkan pulpen yang ia pegang. Ada sedikit kerut di dahinya. Ia sedang menulis sesuatu. Saya mendekatinya. Ingin mengetahui apa yang ia tulis. Tugas sekolah? Ternyata bukan. Ia sedang menulis catatan harian. Catatan harian pada sebuah buku cantik yang sedikit lusuh. Saya sempat membaca sebagian kalimatnya:

“…aku lupa membawa pensil tadi. Ayu ngasih pinjem pensilnya ke aku biar bisa nulis catatan di kelas. Ayu baik banget ya…”

potongan tulisan bocah dalam buku hariannya. Hal detil yang menyentuhnya hari itu, dicatatnya untuk terus mengingat momen sepele yang menurut dia penting: Ayu meminjamkan ia pensil.

Saya seolah tertampar. Gadis ini menulis dengan hati sebuah cerita sederhana dalam hidupnya. Dan cerita itu mungkin akan ia kenang dalam waktu yang lama. Kemudian di waktu lain, saya “kembali” mengunjungi blog yang telah lama saya tinggalkan berbulan-bulan. Membaca tulisan-tulisan lama saya. Lucu. Bagaimana saya bisa menulis seperti itu?

Dengan energi baru dan semangat baru, saya mencoba menulis kembali di ivanloviano.com ini. Semoga saya bisa terus membuat blog yang tidak seberapa ini hidup terus dalam waktu yang lama. Dalam postingan-postingan baru. Dalam bab baru yang saya mulai sekarang.

Malam Jumat biasanya timeline rada horor dengan munculnya #memetwit. Tapi tumben nih, semalem malah jadi #galau berjamaah gara-gara #10lagugalau. Trus iseng deh, mengabadikan kegalauan dadakan malam itu di sini. *siap-siap negak baygon* kita mulai ya…

Read on »

 

Hello March!

Buset, terakhir posting blog itu tanggal 11 November 2010! *bersih-bersih sarang laba-laba*

Nah alasan klasik kenapa akuh nggak pernah update lagi : Males! Yayaya.. Ini udah kesekian kalinya kasus nggak pernah apdet blog, apalagi semenjak ada web 140 karakter yang lebih handy dan mobile itu. Niat sih sudah ada, cuman eksekusinya itu susah banget.

Sama halnya kayak beberapa kasus lain selama ini. Seperti bersih-bersih kamar. Niatnya udah ada, tapi males banget tuh yang namanya megang sapu dan kain pel. Jadi kudu nunggu sampe debunya sampe 10cm baru deh disapu.

Kasus niat tanpa aksi lainnya adalah bab skripsi. Udah jalan sih, tapi untuk nerusinnya itu males pake banget. Nggak tau deh, apa yang bikin mata ini tiba-tiba merem pas ngeliatin halaman pertama skripsi. *dikeplak mamah papah*

Moral yang didapat adalah: Niat saja tidak cukup. Untuk kasusku, butuh lebih dari sekadar niat, yaitu motivasi. Dan aku perlu yang namanya motivator. Motivator kayak apa yang kamu pengen sih phan? Hmmm…. Ini persoalan baru, karena aku banyak maunya.

Melihat para pengungsi secara langsung, membuat aku berpikir: bagaimana dengan rumah, pekerjaan, ternak, dan sawah mereka? Sampai kapan mereka akan berada di barak pengungsian ini? Mengandalkan uluran tangan orang yang bersimpati pada nasib mereka.

Ini bagian dari lagu kehidupan yang harus dijalani. Kita, hanya dapat mendoakan juga melakukan hal-hal yang kita bisa untuk meringankan beban mereka. Bersama kita akan menciptakan alunan lagu merdu yang indah. Tentunya sebuah lagu kehidupan.

27 Oktober 2007, Saya nan lugu itu dateng ke Jakarta. Ke acara yang bernama Pesta Blogger. Berikut tulisan saya di blog yang sudah punah itu :

Awalnya, saya ini rada minder dateng kesana. wong saya ini masih blogger abal-abal. ndak ngerti apa-apa. Untung ada celeblog yang ngasih support ke saya, dan akhirnya saya jadi dateng *hore*
Saya ndak nyesel sama sekali untuk dateng ke Kopi Darat Nasional itu. Malah bisa dibilang beruntung banget. wong saya dan 500 blogger yang ada disana udah jadi bagian dari penobatan hari blogger nasional. (buset dah…)

Awalnya, saya ini rada minder dateng kesana. wong saya ini masih blogger abal-abal. ndak ngerti apa-apa. Untung ada celeblog yang ngasih support ke saya, dan akhirnya saya jadi dateng *hore*
Saya ndak nyesel sama sekali untuk dateng ke Kopi Darat Nasional itu. Malah bisa dibilang beruntung banget. wong saya dan 500 blogger yang ada disana udah jadi bagian dari penobatan hari blogger nasional. (buset dah…)

Begitu celotehan saya beberapa tahun silam, ketika pertama kali menapakkan kaki di blogosphere. Pesta Blogger adalah Kopdar pertama saya (eh kedua ding kalo Muktamar Blogger malam sebelumnya juga diitung).

Sekarang sudah tiga tahun kita merayakan hari blogger dengan cara masing-masing. Jika tahun 2008, cahandong meluncurkan wajah jogja, dan tahun lalu yang nggak ngapa-ngapain, maka tahun ini, saya dan teman-teman cahandong ingin berbagi dan peduli kepada korban merapi melalui media blog dan media sosial.

Sehari sebelum hari blogger ini, Gunung Merapi Meletus. Membuat belasan nyawa melayang. Malamnya, saya dan beberapa teman datang ke tempat pengungsian. Kami menemukan puluhan mungkin ratusan orang tidur beralaskan tikar. Sebagian yang lain sedang menggendong bayi yang sedang riwil. Banyak bantuan yang tidak henti-hentinya berdatangan.

Cahandong ingin berpartisipasi untuk peduli dan berbagi kepada saudara kita yang dilanda musibah. Silahkan baca blog cahandong.

Semoga dengan gerakan kecil ini, kita dapat sedikit meringankan beban teman-teman kita yang sedangan berada di kaki merapi.

Oh iya, selamat hari blogger nasional. :)

Tirai panggung berwarna merah itu sudah menutup kembali. Lampu-lampu sudah dipadamkan. Sekarang tersisa cerita-cerita yang sebagian sudah tersiar.

Read on »

Menurut saya pribadi, pesta adalah momen dimana kita merayakan sesuatu. Seperti misalnya pesta ulang tahun, yang berarti kita merayakan hari lahir kita. Demikian pula dengan Pesta pernikahan, dan dan pesta-pesta lainnya.

Read on »