Bab Film

Bab Arisan 2

8 tahun silam, film ini menyuguhkan cerita segar tentang kehidupan para sosialita ibu kota, lengkap dengan intrik-intrik yang ada. Tidak hanya drama dari para ibu-ibu kaya raya yang suka arisan, Nia Dinata – sang sutradara, dengan berani mengangkat salah satu isu yang tabu saat itu: hubungan sejenis. Dari sana, nama Nia sebagai sutradara Indonesia yang berkualitas mulai dikenal. Kesuksesan film Arisan pun berlanjut ke serial televisi di ANTV pada pertengahan tahun 2000an. Dan sekarang, cerita itu berlanjut lagi di layar lebar. Arisan 2 lebih menekankan pada 5 sahabat (sekaligus sepasang kekasih) Sakti, Nino, Andien, Mei-Mei dan Lita dengan prahara masing-masing.

Ulasan film? Mungkin bisa dilihat dari para reviewer yang lebih ahli. Saya hanya mau memuji. Tidak hanya ceritanya yang menarik, tapi ada banyak pesan yang berhasil disampaikan Nia dalam film itu. The story is not always about drama. That’s why i like this movie. Porsi cerita, akting, sinematografi, semuanya disajikan nyaris tanpa cela. Hampir sepanjang film, saya tidak terlalu banyak “berkomentar” seperti yang biasa saya lakukan untuk film Indonesia lainnya. Menurut saya, selain memperlihatkan kehidupan sosialita yang bagaikan mimpi, film ini bercerita bagaimana umur sangat berpengaruh dalam kehidupan mereka. Kesehatan yang ternyata sangat berharga, penampilan kulit yang ternyata perlu perawatan extra karena sudah berumur, hingga bentuk tubuh yang perlu perjuangan lebih keras untuk tetap sama seperti 8 tahun yang lalu. Dengan halus, Nia menampilkan kenyataan bahwa masyarakat menengah ke atas saat ini tengah berlomba-lomba untuk mengikuti berbagai perawatan, agar mereka bisa “mengontrol” penampilan fisik mereka, selain pakaian tentunya.

Berbincang tentang penampilan mereka, detil fashion dalam film Arisan 2 sungguh diperhatikan dengan cermat. Bagaimana Birkin bisa berkeliaran hampir di sepanjang film yang memperkuat label “sosialita” para ibu-ibu arisan, hingga berbagai rancangan desainer lokal yang turut menyemarakkan penampilan setiap tokoh. Oh, saya suka koleksi dari PVOMO sama Jeffery Tan di film ini. :D

Keseluruhan, dari 10 saya beri nilai 8.5 – Apresiasi saya untuk Nia dan tim. :)

Satu lagi: saya jadi pengen pergi ke Gili dan Snorkeling. Aaaah!

Standard