Bab Eksis

Bab SmarTEST

Setelah tahun lalu saya berhasil jalan-jalan gratis ke 4 negara lewat IT Travelers Go, tahun ini TAITRA dalam campaign TAIWAN EXCELLENCE nya ngadain program lagi dengan hadiah yang lebih gede: smarTEST.

Kayak namanya, smarTEST ini kuis adu pintar yang nyari orang “terpintar” di 4 negara (Indonesia, India, Vietnam, dan Cina) untuk diadu di Taiwan.

Kompetisi ini udah mulai sejak bulan Juli kemarin. Tahap awal, para peserta diminta menjawab 1000 soal dalam 24 jam, lalu dicari jawaban dengan skor tertinggi, dan dalam waktu tercepat. 10 finalis akan masuk ke tahap 2.

Di tahap 2 ini, 10 finalis mendapat tantangan setiap minggunya. Mereka diminta mengerjakan tantangan menggunakan SMART PRODUCTS dari TAIWAN EXCELLENCE dan menuliskannya, diperkuat dengan foto juga merekamnya dalam video. Setiap minggu, satu finalis dengan vote terendah (iya, vote terendah) akan dieliminasi.

6 besar yang lolos, diundang ke Jakarta tanggal 15-16 September 2012 untuk mengikuti final. Kalau selama tahap eliminasi awal para peserta kuat-kuatan di vote, di 4 tantangan terakhir para peserta baru benar-benar diadu kepintaran, kekreativitasnya, dan keberaniannya melalui tantangan offline.

Tantangan offline ini dimulai dari menjadi Guest Manager di Mangga Dua Mall, dan Mall Ambassador. Para finalis ditantang untuk menjelaskan SMART PRODUCTS dari Taiwan Excellence, dan jika memungkinkan melakukan Selling. Finalis yang mendapat vote offline terendah yang tereliminasi (Taufik).

Keesokan harinya, para finalis ditantang kembali menjawab pertanyaan berupa TTS seputar Taiwan Excellence. Finalis dengan nilai terendah harus gugur (Azmiah).

Tantangan berlanjut ke presentasi dan menjawab pertanyaan dari Juri. Pada tantangan ini finalis diminta untuk menjelaskan apa yang mereka lakukan “Jika Aku Menjadi Taiwan Excellence Brand Ambassador”, dan menjawab pertanyaan dari juri. Satu finalis dengan nilai penjurian paling rendah harus tereliminasi (Arya).

Nah tersisalah 3 orang yang sudah resmi menjadi Tim Indonesia di ajang SmarTEST. Mereka akan beradu pintar dengan tim dari negara lainnya. Tapi sebelum itu, ketiga finalis ini dites lagi melalui soal cerdas cermat untuk mendapatkan titel Taiwan Excellence Brand Ambassador dan memenangkan US$ 5000. Dan pemenangnya adalah Willyanto alias Fufu, finalis termuda dari Indonesia dengan usianya yang baru 17 tahun!

Next

Tanggal 12 Oktober mendatang, Fufu, Hendri, dan Eldhy akan berangkat ke Taiwan untuk memperebutkan hadiah US$ 30.000!

Saya sebagai wakil Indonesia di IT Travelers Go tahun lalu mendapat kehormatan diminta menjadi juri untuk SmarTEST di Indonesia kemarin. Senang dan bangga sih, bisa ngejuri bareng Cathy Sharon dan Mr. Wayne segala :D

Saya berharap Tim Indonesia SmarTEST bisa memberikan yang terbaik! Selamat menikmati TAIPEI teman-teman! :D

 

Standard
Bab Traveling

Bab New Delhi

India Gate

Suasananya, aromanya, orang-orangnya, makanannya, pakaiannya, cara menyapanya, semuanya tentang India persis seperti yang saya bayangkan. Rasanya seperti masuk ke dalam film Bollywood berdurasi 2,5 jam yang dulu sering tayang di TPI.

saya mendapat kesempatan untuk menjelajah India dalam 6 hari berkat program IT Travelers Go. Ketika wartawan-wartawan (yaelah, berasa seleb ya mas?) menanyai saya, negara mana yang paling berkesan selama perjalanan kemarin, saya menjawab dengan diplomatis: “Semua negara berkesan, karena saya baru pertama kali mengunjungi negara-negara itu. Tapi saya ingin sekali kembali ke India, tepat setelah saya berada di atas pesawat.”

Continue reading

Standard
Bab Traveling

Bab Behind the Blog

Saya bukan ingin bercerita tentang blog yang ada di ivanloviano.com. Tapi, blog yang saya tulis selama 18 hari selama perjalanan di IT Travelers Go di sini. Untuk pertama kalinya sejak punya blog dari tahun 2007, saya berhasil menulis 18 post setiap hari berurutan lengkap dengan 4 videonya. Sebuah prestasi tersendiri buat saya.

Lalu karena terbatasnya ruang dan waktu (tsaaaah!), banyak cerita-cerita menarik selama perjalanan dan selama menulis blog yang belum saya tulis dan publish. Rencananya saya mau nulis dalam beberapa postingan. Dimulai dari postingan ini yang bercerita bagaimana keriweuhan menulis blog setiap hari yang ternyata tidak mudah.

Continue reading

Standard